Musim hujan seperti saat ini banyak membuat orang terserang penyakit
seperti flu & batuk. Sebenarnya apabila daya tahan tubuh kita bagus,
maka tubuh tidak akan mudah untuk terkena penyakit & untungnya lagi
ternyata alam telah banyak menyediakan berbagai Jenis sayur & buah
yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Berikut
adalah 5 jenis makanan yang dapat digunakan untuk menigkatkan daya tahan
tubuh :
1. Brokoli, kembang kol, bok choy & Brussels sprouts
Tanaman
tersebut dapat menigkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi infeksi
karena mengandung beta karoten, vitamin C, vitamin E, folat &
kalsium. Cara terbaik untuk mengkonsumsi sayuran tersebut adalah dengan
memakannya mentah atau dikukus sebentar ataupun ditumis setengah matang
untuk menjaga kandungan vitaminnya tidak hilang.
2. Sayuran yang berwarna oranye
Sayuran
yang berwarna oranye seperti wortel, labu & ubi merupakan sumber
dari vitamin C yang sejak lama dikenal dapat meningkatkan daya tahan
tubuh. Sayuran-sayuran ini juga mengandung beta karoten, suatu
antioksidan yang menjaga daya tahan tubuh. Selain itu beta karoten juga
dapat berfungsi untuk menyehatkan mata.
3. Jamur
Di Asia,
jamur banyak disukai karena aroma & khasiatnya. Diseluruh dunia
sendiri terdapat sekitar 100.000 jenis jamur dimana 700 diantaranya
merupakan jamur yang dapat dimakan. Jamur membantu menigkatkan respon
daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan produksi sel darah putih.
Selain itu jamur jg dapat meningkatkan metabolism sel, menghilangkan
toxin & mencegah kerusakan akibat radikal bebas. Pilihan jamur yang
baik untuk dikonsumsi antara lain : shiitake, maitake & reishii yang
mempunyai kandungan polisakarida, sterol, kumarin, mineral & asam
amino yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Gandum Utuh
Gandum
utuh, oats, quinoa, amaranth & beras merah dapat meningkatkan daya
tahan tubuh, mengurangi peradangan & melindungi terhadap resiko
penyakit jantung, obesitas & diabetes.
5. Rempah-rempah
Bawang
Bombay, bawang putih, kucai & lokio dapat meningkatkan daya tahan
tubuh karena mengandung banyak vitamin C, kalium, kromium &
selenium, selain itu mereka juga mengandung minyak menguap yang
berfungsi sebagai antimikroba. Tumbuhan ini dapat menjaga tubuh terhadap
berbagai penyakit seperti diabetes, arthritis & penyakit jantung.
Rempah lain yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah jahe, cilantro, rosemary, sage, kunyit & oregano.
Jadi
apabila anda mengalami flu, salah satu cara untuk mempercepat
penyembuhan adalah dengan mengkonsumsi sayuran tersebut diatas baik
berupa sup atau salad untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Tampilkan postingan dengan label plant. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plant. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Oktober 2011
Teh Hijau Sebagai Pencegah Pertumbuhan Sel Kanker
Meskipun banyak para ahli kesehatan di bidang kanker meremehkan khasiat
teh hijau, tetapi minuman popular tersebut tetap menunjukkan secara
perlahan kemampuannya sebagai senjata terhadap berbagai penyakit.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu penderita
kanker payudara & prostat, serta kanker mulut. Di Amerika serikat,
setidaknya 30.000 orang di diagnosa menderita kanker mulut setiap tahun,
dengan angka harapan hidup 5 tahun kurang dari 50 %, maka berita
tersebut dapat memberikan harapan pada penderita kanker mulut.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teh hijau, para peneliti menggunakan konsentrat dari teh hijau yang disebut dengan green tea extract (GTE). Seperti halnya minuman teh hijau, GTE ini juga kaya akan kandungan polifenol, suatu zat dari tumbuhan yang mempunyai efek sebagai antioksidan bagi tubuh. Kandungan dari polifenol yang berkhasiat untuk membunuh sel kanker adalah EGCG (epigallocatechin 2-gallate).
Penelitian terbaru dari penelitian mengenai pencegahan kanker, menemukan bahwa orang yang beresiko tinggi untuk menderita kanker mulut (konsumsi alkohol & rokok secara berlebihan merupakan 2 faktor utama penyebab kanker mulut), dapat mengambil manfaat dari GTE tersebut, terutama pada dosis yang tinggi. Pada penelitan yang acak & terkontrol, peneliti dari University of Texas MD Anderson Cancer Center merekrut 41 orang dengan lesi pra kanker pada mulutnya.
Para partisipan tersebut secara acak dibagi menjadi 4 kelompok. 3 dari kelompok tersebut mengkonsumsi GTE dengan dosis yang berbeda, yaitu 500 mg, 750 mg & 1000 mg, sebanyak 3 kali sehari. Kelompok ke-4 mengkonsumsi placebo. Selama penelitian, para sukarelawan mendapatkan 2 kali biopsi, pertama saat awal penelitian, kedua 12 minggu kemudian, hal ini untuk memudahkan para peneliti untuk melihat apakah GTE dapat bekerja atau tidak, & kenapa.
Pada akhir penelitian, hampir 60 % dari partisipan yang mengkonsumsi dosis tertinggi dari GTE yang secara kasar sebanding dengan 8-10 gelas teh hijau setiap hari, menunjukkan respon klinik, artinya lesi pra kanker mereka menjadi lebih baik dibandingkan mereka yang menggunakan placebo. “ Meskipun masih awal, tetapi hasil ini dapat mendorong untuk dilakukannya penelitan lain bagi para pasien yang mempunyai resiko tinggi terkena kanker mulut” demikian kata Vassiliki Papadimitrakopoulou, MD, peneliti senior yang juga pengarang buku The extract's lack of toxicity is attractive.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teh hijau, para peneliti menggunakan konsentrat dari teh hijau yang disebut dengan green tea extract (GTE). Seperti halnya minuman teh hijau, GTE ini juga kaya akan kandungan polifenol, suatu zat dari tumbuhan yang mempunyai efek sebagai antioksidan bagi tubuh. Kandungan dari polifenol yang berkhasiat untuk membunuh sel kanker adalah EGCG (epigallocatechin 2-gallate).
Penelitian terbaru dari penelitian mengenai pencegahan kanker, menemukan bahwa orang yang beresiko tinggi untuk menderita kanker mulut (konsumsi alkohol & rokok secara berlebihan merupakan 2 faktor utama penyebab kanker mulut), dapat mengambil manfaat dari GTE tersebut, terutama pada dosis yang tinggi. Pada penelitan yang acak & terkontrol, peneliti dari University of Texas MD Anderson Cancer Center merekrut 41 orang dengan lesi pra kanker pada mulutnya.
Para partisipan tersebut secara acak dibagi menjadi 4 kelompok. 3 dari kelompok tersebut mengkonsumsi GTE dengan dosis yang berbeda, yaitu 500 mg, 750 mg & 1000 mg, sebanyak 3 kali sehari. Kelompok ke-4 mengkonsumsi placebo. Selama penelitian, para sukarelawan mendapatkan 2 kali biopsi, pertama saat awal penelitian, kedua 12 minggu kemudian, hal ini untuk memudahkan para peneliti untuk melihat apakah GTE dapat bekerja atau tidak, & kenapa.
Pada akhir penelitian, hampir 60 % dari partisipan yang mengkonsumsi dosis tertinggi dari GTE yang secara kasar sebanding dengan 8-10 gelas teh hijau setiap hari, menunjukkan respon klinik, artinya lesi pra kanker mereka menjadi lebih baik dibandingkan mereka yang menggunakan placebo. “ Meskipun masih awal, tetapi hasil ini dapat mendorong untuk dilakukannya penelitan lain bagi para pasien yang mempunyai resiko tinggi terkena kanker mulut” demikian kata Vassiliki Papadimitrakopoulou, MD, peneliti senior yang juga pengarang buku The extract's lack of toxicity is attractive.
Teh dan Segala Manfaatnya
Sejak dulu teh memang
terkenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Dengan meminum teh
dapat membuat tubuh lebih relaks dalam menjalani aktivitas. Teh dapat
dikonsumsi dengan berbagai cara, diseduh dengan air panas atau ditambah
dengan es, sama nikmatnya. Bahkan ada jenis daun teh yang dapat dimakan.
Sejak
dulu teh memang terkenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.
Dengan meminum teh dapat membuat tubuh lebih relaks dalam menjalani
aktivitas. Teh dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, diseduh dengan air
panas atau ditambah dengan es, sama nikmatnya. Bahkan ada jenis daun
teh yang dapat dimakan.
Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh (Camellia sinensis) yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagi teh.
Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.
Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut fermentasi. Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal empat macam jenis teh, yaitu:
Ada berbagai manfaat teh terhadap kesehatan, diantaranya:
Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh (Camellia sinensis) yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagi teh.
Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.
Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut fermentasi. Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal empat macam jenis teh, yaitu:
- Teh hitam (black tea) Teh hitam mudah dikenali di pasaran karena warnanya hitam dan paling luas dikonsumsi. Dalam proses pengolahan diberi kesempatan penuh terjadi fermentasi (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin) yang akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan dan dengan proses pengeringan berubah menjadi hitam.
- Teh oolong Umumnya diproduksi dari tanaman teh yang tumbuh di daerah semi tropis. Prosesnya sama seperti teh hitam, namun proses fermentasinya hanya sebagian (lebih singkat sekitar 30-70% dan perubahan berlangsung setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan beberapa senyawa turunannya) sehingga warna dan aromanya di antara teh hitam dan teh hijau.
- Teh hijau (green tea) Daun teh tidak diberi kesempatan fermentasi (hampir tidak mengalami proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya masih hijau juga masih mengandung tanin yang relatif tinggi.
- Teh putih (white tea) Merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih.
Mutu teh merupakan kumpulan sifat yang dimiliki oleh
teh, baik sifat fisik maupun kimianya. Kedua sifat ini telah dimiliki
sejak masih berupa pucuk teh maupun diperoleh sebagai akibat teknik
penanganan dan pengolahan yang dilakukan.
Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri dari tiga kelompok besar yang masing-masing mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni:
Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri dari tiga kelompok besar yang masing-masing mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni:
- Polifenol
Polifenol
merupakan antioksidan jenis bioflavonoid yang 100 kali lebih efektif
dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E. Manfaatnya:
- Menurunkan kadar kolesterol
- Menurunkan tekanan dan kadar gula darah
- Membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu
- Memperlancar pencernaan
- Melarutkan lemak dan mencegah kolesterol jahat
- Kafein
Unsur kafein dalam teh jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kopi. Manfaatnya:
- Bersifat sebagai mild stimulant pada sistem saraf pusat sehingga memperlancar sirkulasi darah ke otak
- Dengan minum teh secara teratur akan menaikkan tingkat ingatan, cognitive performance, feeling of pleasant dan mood.
- Essential oil
Teh juga mengandung protein yang dirasakan besar peranannya dalam pembentukan aroma. Manfaatnya:
- Melarutkan lemak
- Memperlancar pencernaan dan peredaran darah
- Menurunkan resiko penyakit kanker
Berbagai studi menunjukkkan konsumsi teh berperan dalam menurunkan resiko penyakit kanker. Senyawa polifenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. ECCG (epigallocatechin gallate) yang terdapat dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya kanker.
Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau sangat sedikit tingkat kematiannya akibat kanker. Studi di Iowa, Amerika Serikat terhadap 35 ribu wanita pasca-menopause, melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mengkonsumsi minimal dua cangkir teh setiap harinya akan mengurangi resiko terhadap penyakit kanker kandung kemih (40%) dan kanker saluran pencernaan (68%) bila dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi teh.
Teh dapat mencegah dan menyembuhkan gangguan pada ginjal karena mampu menetralisir radikal hidroksil yang menyebabkan gangguan metabolisme protein pada ginjal.
- Menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipid (lemak) darah dan tekanan darah. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar tekanan dan kolesterol darah.
pencegahan yang terjadi disebabkan polifenol teh memiliki kemampuan menghambat penyerapan kolesterol dan menghambat penggumpalan sel-sel platelet sehingga akan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah.
- Menurunkan berat badan
Studi terbaru yang dilakukan terhadap potensi teh adalah peranannya dalam menurunkan berat badan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Institut Fisiologi, Universitas Fribourg, Swiss, menunjukkan bahwa teh hijau diketahui mempunyai potensi sebagai termogenesis sehingga mampu meningkatkan pembakaran kalori dan lemak yang berdampak terhadap penurunan berat badan.
- Mencegah osteoporosis
Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan salah satu masalah yang dihadapi wanita pasca-menopause karena produksi hormon estogen sebagai pemicu pertumbuhan tulang, telah terhenti. Osteoporosis menyebabkan massa tulang menyusut dan mudah patah.
Studi terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh secara teratur dapat mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon estrogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)